Recent Article

Mengenang



Mengingat kembali tentak jejak kita di antara hujan
Entah siapa yang telah menghapusnya

Masih ingatkah kau?
Saat kau sandarkan kepalamu sambil mengusap
butiran air yang keluar dari matamu
dengan lirih kau berkata
"Akankah kita meneruskan perjalanan ini?"
aku hanya mengangguk sambil menerawan ke kegelapan

Aku mengerti apa yang kau takutkan
Kemudian aku menuntunmu kembali melangkah
sambil berkata "Sekarang bukan saatnya untuk menyerah"
dan kau pun membisu
"Mungkin aku akan melewati kegelapan ini sendirian"
Kataku sambil mengusap air matamu
"Tunggulah disini sampai aku membawakan obor untukmu"
Kau pun mengangguk sambil tersenyum tipis

Dan akupun melanjutkan perjalanan tanpamu
Dengan keyakinan kau akan tetap menungguku

Entah...

TAKDIR ATAU KUTUKAN


Jika mengingat umur, akan terasa sedikit menyesakkan. Belum telalu banyak sih, tapi teman-teman seangkatan ada yang anaknya sudah sekolah. Sedangkan ini masih bergulat dengan penolakan-penolakan..hahahaha... kadang jika ada waktu luang untuk merenung dan meresapi nasib, terbersit sebuah pertanyaan. Ini takdir atau kutukan?!.. Umur 26 tahun baru pacaran sekali, itupun tidak layak sebernarnya disebut dengan pacaran. Dan cuma beberapa bulan berjalan kemudian pergi sendiri-sendiri tanpa ada kata-kata putus atau apalah namanya sebuah hubungan yang sudah berakhir itu. Kadang aku sering berfikir ternyata ganteng itu susah. Siapa bilang ganteng itu jaminan dikejar-kejar wanita? Menurutku itu persepsi yang sangat salah sekali, karena hal itu terjadi denganku. Menurutku aku cukup ganteng, malah boleh dikatakan sangat ganteng sekali (menurutku lho..entah menurut orang lain..hix.hix..). Tapi kenyataannya sampai saat ini belum juga ada yang menghampiri kumbang liar ini.

Sebenarnya terlahir ganteng bukalah pilihanku. Tapi ternyata Allah SWT mempercayakan wajah ini untuk kupakai. Namun semua itu juga tidak bisa lepas dari kombinasi unik dari bapakku yang ganteng karismatik dan ibuku yang cantik dan anggun. Sehingga terciptalah sosok aku yang gabungan dari keduanya sudah bisa dibanyangkan kan?!. Kalau belum bisa membanyangkan, saya kasih gambaran. Kalau artis film, aku adalah kombinasi antara Nickolas Saputra yang cool, Lukman Sardi yang karismatik, Vino G Bastian yang atletis dan cuek ditambah campuran Ananda Omesh yang ganteng tapi lucu. Mungkin sekarang sudah bisa dibayangkan..hahahaha... Jika belum bisa membayangkan sosok gabungan dari sebanyak itu, maka berdo’alah kepada Allah SWT supaya diampuni semua dosa-dosamu.

Jika diingat-ingat lagi kayaknya ada beberapa wanita yang sempat kesemsem dengan pesona karismatikku (penipuan nggak ya?!..nggak kayaknya..hahahaha).. Kadang wanita itu seperti cuaca, susah ditebak. Tapi kadang seperti coklat manis ada pahitnya dikit dan bikin kangen. Dan mereka nggak mau disebut buaya, karena buaya identik dengan laki-laki. Mungkin mereka seperti kadal kali ya?! Karena mereka sering mengkadali buaya..hahahaha.. dan aku lebih senang disebut dengan kumbang. Karena aku bukan buaya dan tidak bisa dikadali..hehehehe..maksa...mungkin karena itu kali ya?! Akhirnya sampai saat ini masih menikmati absen urutan penolakan-penolakan dari lawan jenis..menyedihkan?! menurutku tidak sih..hehehehe...mungkin yang bisa digaris bawahi disini adalah bahwa wajah ganteng bukan menjadi jaminan untuk bisa dengan mudah mendapatkan hati lawan jenis.. Apapun model bentuk wajah dan warna kulit anda anda, jika didukung dengan kemampuan finansial yang oke, maka anda bisa SEDIKIT lebih mudah mendapatkan lawan jenis. Tapi hanya SEDIKIT lebih mudah, bukan mudah karena tidak semua wanita mengukur segala sesuatunya dengan seberapa besar kemampuan finansial anda.

Dancing With The Bird


Artwork ini terinspirasi dari keceriaan anak-anak yang naïf, tidak banyak memiliki kepentingan seperti orang-orang dewasa. Ketika mereka bangun dari tidurnya kemudian melanjutkan mimpinya di alam nyata. Di atas bukit yang hijau bunga-bunga bermekaran pohon-pohon rindang memberikan kesejukan, dia berlari-lari membawa balon ditemani burung-burung yang riang bernyanyi menyanyikan lagu-lagu cherrybelle (hix..hix..). bersama terbitnya mentari yang menguapkan embun-embun dari balik dedaunan. Tidak perlu takut polusi karena disana tidak diciptakan kendaraan bermotor. Melompat ringan tanpa beban tanpa perlu memikirkan apakah nanti masih bisa makan enak atau harus bersembunyi menghindari debt collector yang datang menagih uang panci yang sudah rusak. Polos dan penuh kejujuran tanpa ada kemunafikan. Tidak perlu menjadi korban majalah mode seperti orang-orang dewasa. Impian surealistik anak-anak kadang tidak bisa dimengerti oleh orang dewasa yang impiannya sudah menjadi realistis dan materialistis.

Di hayalan anak-anak mereka bisa berbicara dengan hewan dan tumbuh-tumbuhan mereka berinteraksi dengan mereka tanpa perlu jejaring sosial yang membuat orang dewasa mengidap gangguan pemusatan perhatian dan autis. Padahal jika anak-anak mengidap hal tersebut orang tuanya mencarikan dokter spesialis untuk menyembuhkannya. Mereka masih bisa bermimpi menjadi personel cherrybelle sedangkan aku bermimpi untuk menjadi polwan saja sudah tidak mungkin lagi selain usia sudah lewat, ternyata Polwan hanya untuk wanita. Kenapa di Kepolisian terjadi diskriminasi gender, sedangkan dulu Ibu Kita Kartini dengan sekuat tenaga memperjuangkan persamaan hak antara wanita dan pria. Namun sekarang yang terjadi wanita semakin berkuasa. Wanita boleh menjadi Polisi, tapi kenapa pria tidak boleh menjadi Polwan?!. Mungkin ini emansipasi yang kebablasan atau entah apa jawabannya, atau hanya dinas kepolisian yang bisa menjawabnya.

Kembali ke anak-anak..hahaha..dunia yang asyik ketika warna-warna menjadi kesatuan yang menarik dan mereka bermain-main di antaranya. Tertawa, menangis tidak ada kegalauan karena yang mereka tahu jika senang tertawa, jika sedih menangis. Tidak ada menangis dalam tawa seperti orang-orang dewasa. Untuk teman-temanku yang sudah tidak berani bermimpi, menyedihkan sekali kehidupan kalian. Tirulah mereka aku yakin waktu anak-anak dulu kalian berani bermimpi setinggi langit. Jangan takut bermimpi tema-teman karena aku masih berani bermimpi melebihi kemampuan orang normal memikirkannya, karena aku selalu hidup di dunia impian sampai saat ini. Terwujud atau tidaknya impian itu tergantung usaha dan berkah Tuhan, jadi apa yang harus ditakutkan?!.

Snewen Skuad Tribute to Pak Raden


Untuk Pak Raden yang memperjuangkan hak cipta Unyil dan kawan-kawannya.

Teruntuk Almarhum Rasa Cintaku


Teruntuk Almarhum Rasa Cintaku
Ketika rintik hujan mulai turun Kilat menyambar-nyambar di senja hari
Aku baru saja memakamkan rasa cintaku

Teruntuk almarhum rasa cintaku
Malang sekali nasibmu, mengharap mawar yang salah
Aku membunuhmu…
Menunggu pagi tak ada arti karena kau telah mati
Sampaikan saja pada karma, biarkan dia yang membalasnya

Teruntuk almarhum rasa cintaku
Seharusnya kau tak mati secepat ini
Masih banyak yang terserak
Yang masih bisa disatukan

Teruntuk almarhum rasa cintaku
Tak ada lagi yang bisa kujanjikan seandainya suatu saat aku bertemu dengannya lagi 
Bahkan hanya sekedar senyum, karena dia juga belum mengerti apa itu janji 

Teruntuk almarhum rasa cintaku
Entah harus kusebut apa yang kurasakan saat ini
Benci, marah, dendam?
Entahlah, aku rasa bukan karena kau telah mati,
Tak ada yang bisa kurasakan lagi

Teruntuk almarhum rasa cintaku
Maaf aku telah membunuhmu

Resolusi 2012


2011 telah berlalu berganti dengan 2012..tahun baru semangat baru, maka resolusi baru pun diperbarui sesuai dengan peningkatan tahun dan peningkatan umur... maka inilah resulusi Si Jambul di tahun 2012..selamat membaca..

Akhir 2011


Edisi ini Si Jambul menampilkan kunpulan mode yang pernah terjadi di tahun 2011...selamat menikmati.

SALAH ASUHAN


Sebuah kebanggaan tersendiri ketika aksara jawa akan dimasukkan kedalam font windows bersanding dengan font-font latin internasional. Mengingat sebagian besar generasi muda jawa sudah tidak tidak bisa membaca dan menulis aksara jawa (termasuk saya..hix..).. Hal ini membuktikan bahwa budaya lokal sangat dihargai di dunia Internasional. Berbanggalah para generasi muda yang mencintai budaya lokal dan tetap melestarikannya. Mengingat para orang tua dengan bangga melatih anak-anak mereka yang masih belajar berbicara dengan bahasa inggris yang katanya bahasa internasional. Dan melupakan bahasa daerahnya sendiri katanya bahasa daerah nggak keren, nggak mboys. Padahal di dalam bahasa jawa sarat dengan nilai-nilai luhur penuh dengan unggah-ungguh. Di dalam bahasa jawa antara berbicara dengan teman, dengan yang lebih tua dan orang yang lebih tua lagi berbeda karena dalam bahasa jawa ada tiga tingkatan bahasa yaitu baha ngoko, krama dan krama inggil. Tetapi untuk anak seangkatan saya mentok cuma krama kalo krama inggil sudah belepotan.hehe.. Dan semua kejadian ini diperparah dengan lembaga pendidikan usia dini yang dengan bangganya penuh percaya diri dan tanpa rasa berdosa mencantumkan kurikulum dengan bahasa pengantar bahasa Inggraish. Biar keren dan laku katanya dan didalam kurikulumnya tidak satupun dicantumkan muatan lokal sama sekali (maklum frences dari singapura.hhaa..). Sehingga kasian para anak kecil tersebut yang tidak dididik dengan budaya timur/lokal, tapi sudah dididik dengan budaya internasional. Jika situasi ini terus berlanjut maka budaya lokal bisa punah dan para generasi muda hanya bisa menikmati kebudayaannya sendiri melalui buku sejarah dan ensiklopedia. Padahal para turis dari luar negri berkunjung kesini selain tempat-tempatnya yang keren juga karena kebudayaannya yang unik. Maka para orang tua dan para praktisi pendidikan perkenalkanlah kebudayaan lokal terlebih dahulu kepada anak-anak kita sebelum kebudayaan yang lain. Sehingga budaya daerah bisa tetap lestari dan anak-anak kita bisa mengerti sopan-santun, unggah-ungguh dan bermoral sesuai dengan kebudayaan kita yang ramah, santun dan tepo seliro. Bukan seperti kata generasi muda kita ‘Orang barat ketemu temannya cewek-cowok cium pipi kanan pipi kiri. Kapan ya kita bisa seperti itu’. Miris mendengar komentar seperti itu. Kita sudah punya kebudayaan sendiri yang unik dan jauh lebih keen dari mereka, kenapa kita harus selalu meniru mereka. Kalau kita selalu meniru mereka, melakukan kebudayaan mereka maka Indonesia sebagai Negara yang mempunyai keaneka ragaman budaya yang keren-keren tidak ada artinya lagi. SADARLAH WAHAI GENERASI MUDA.. –KURANGI MENONTON SINETRON, KARENA HANYA AKAN MEMBUAT KALIAN TIDAK KEREN!!-.
 
Support : Yogyakartas.com
Copyright © 2014. xSNWNx - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Developed by MIW
Proudly powered by Blogger